Kamis, 28 November 2013

ending



“lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang dia, hapuskan tentang dia, hapuskan memoriku tentangnya....”

Suara pengamen terus memekakan telingaku, bukan suaranya tetapi lirik dari lagu itu,
Benar-benar menyentil perasaanku ini,
Kepergianku kali ini, bukan hanya sekedar ada keperluan, tetapi karena ingin melepas penat, melepas semua kenanganku bersama Dera.
“hapuskan memori ku tentangnyaa, hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia, ku ingin ku lupakannya..”
Tak sadar mulutku bergumam, benar benar perih, benar-benar sakit, tak habis fikir, apa yang membuat dera benar2 ingin mengakhiri hubungan ini.
Hubungan yang telah berjalan hampir 5 tahun, dan itu bukanlah waktu yang sebentar.
“aku mau minta maaf sebelumnya,”
Aku terdiam, tak biasanya dera berkata seperti ini,
Angin berhembus , menyelimuti kebisuan diantara kami.
“minta maaf kenapa, dera?”
Dia tersenyum, tapi senyumannya sungguh bukan senyum yang biasa aku lihat dari wajahnya. Senyum penuh dengan tanda tanya bagiku.
“kamu orang baik, zira, dan kamu harus bersama orang yang baik pula, dan itu bukan aku “
Aku terdiam, kali ini berusaha mencerna kata demi kata yang keluar dari mulutnya.
“zira...”
“aku kira, hubungan kita cukup sampai disini ya, karena aku bukan orang yang baik untuk kamu”
“................................”
“zira..”
“tapi kenapa kamu harus berfikiran seperti itu?, itu hanya prespektif kamu aja kan, der?”
“bukan prespektif aku,zir.. tapi karena aku bukan yang baik untuk kamu”
Alasan macam apa itu, sungguh tak pernah masuk kedalam fikiranku, juga hati ini.
“terimakasih zir, untuk semuanya, dan aku mohon maaf untuk semua ini, dan sejauh ini”
Aku mengangguk, dan ia pergi meninggalkanku begitu saja, hanya mengelus pundakku, dan pergi.
Aku hanya bisa terisak, menyesali telah mencintai dera sepenuh jiwa, harusnya hanya sepenuh hati, jikalau seperti ini , aku hanya kehilangan hati saja, bukan segenap jiwaku juga.
Suara pengamen telah berhenti, dan tempat yang akan aku tuju telah dekat.
Aku berharap kepergianku kali ini, benar-benar dapat menghilangkan memoriku tentang Dera dan semuanya.
Karena aku yakin, masih banyak cinta yang telah disiapkan untukku, dan ada untukku.
 karena aku yakin , akan selalu ada pelangi setelah hujan :)

Rabu, 13 November 2013

rindu :)


 

Ketika rasa rindu mulai kembali bermunculan, aku hanya bisa mendo’akanmu , dari jauh ,

Perasaan ini tidaklah salah, hanya caranya saja yang salah , perasaan ini akan menjadi benar benar diridhai apabila ia ditempatkan sesuai dengan waktunya .

Entah mengapa , keyakinan ini begitu kuat ketika ingin melepaskanmu , keyakinan bahwa kita akan dipertemukan kembali, nanti .

Jadi, aku tenang tenang saja ketika harus melepaskanmu , karena aku yakin, Allah telah memberi jalan untuk kita, baik itu yang kita harapkan, maupun diluar sekenarioNya..

Rindu yang biasanya aku luapkan kepadamu , langsung, kini harus tertahan dan akan tetap aku pertahankan disini, dan akan aku luapkan bila tiba waktunya nanti ..

Begitupula dengan berbagai perasaan yang selalu aku tuturkan kepadamu , yang baru aku tahu , kalau itu tidaklah dibenarkan ,kecuali aku dan kamu memang sudah diperbolehkan oleh semua pihak untuk bersama..

“karena aku yakin , aku melepaskanmu, bukan karena tak ada perasaan lagi , tapi Allah ingin kita mentaati perintahNya”

 “tanpa kita beri tahu , Allah Maha Tahu kita mempunyai perasaan ini, Allah yang memberi perasaan ini, Allah yang Maha Membolak-balikkan hati kita , Allah yang lebih tahu kita ingin ini dan ingin itu .., jadi aku hanya berserah kepada Nya , akan berlabuh kemana akhir perasaan ini”

 “aku harap kamu bisa memaklumi , dan bisa memahami dengan baik ^_^”

“jadi semangat untuk semuanyaa! ^_^”

Selasa, 12 November 2013

selesai :)

 
Sakitnya menusuki jantung ini, melawan cinta yang ada di hati ....

Tugasku sudah selesai, mencintai makhluk Allah selama 7 tahun ini, berakhir sudah.

Perasaan yang tak ada habisnya , kini sudah menemukan titik akhir.
Aku tak ingin menggantungkan harapan apapun, aku menyerahkan semuanya kepada Allah, aku hanya meminta apapun yang yang terbaik menurutNya, aku akan berusaha menerimanya .

Kehilangan? Jelas, bertahun memiliki rasa yang sama, dan sekarang mungkin kita tak bisa bersama, ataupun kembali mencurahkan harapan kepadaNya.

Kuatkan aku ya Allah, kuatkan, aku tahu Engkau selalu mempunyai rencana yang luar biasa untukku.


Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah,menghilang sajalah lagi
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi...

Selasa, 29 Oktober 2013

nanti :)


 

Sulit itu bukan berarti tidak bisa, kan ?

 

Enggan, aku menatap tumpukan novel dan buku buku cerita yang dulu, aku sangat amat menyukai novel dan sejenis buku lainnya .

Aku menghampiri ,ingin mengambil salah satu buku yang menarik tersebut , tapi kemudian ,aku enggan, aku berbalik , tak mengambil salah satupun buku, dari tumpukan tersebut.

Dulu, aku suka sekali membaca novel, dan membaca buku buku cerita lainnya, sampai aku bisa membayangkan bagaimana kalau kisahku, atau kisah cintaku mirip seperti apa yang diceritakan dalam novel tersebut , sampai aku melahap berbagai novel, sampai aku bisa menulis kisah cintaku sendiri. Menarik, bukan?

Entah mengapa, kini, walau novel novel tersebut berteriak, seakan memanggil aku, untuk kembali dibaca ,dan bisa ditulis kembali, aku enggan , tak ada hasrat sedikitpun...

Karena aku takut , kalau kalau setiap kisah didalam novel itu , mempengaruhi pikiranku, bagiku cerita di dalam novel seakan menjadi mantra kedalam kisahku sendiri,

Aku takut, aku takut hidup dalam dunia khayalan , yang akupun tak sanggup membayangkannya, takut tak bisa menerima seperti itu..

 

Sabtu, 06 Juli 2013

hidup :)

metamorfosa kehidupan ^_^


Dulu, aku pernah berada di titik terendah , ketika aku telah menyadari bahwa kau benar-benar telah pergi dari kehidupanku.


kini, setelah aku bersabar, ketika hatiku masih meyakini bahwa kau akan kembali kepadaku, aku merasa telah terbang dan berpijak di titik yang kiranya cukup tinggi untuk aku rasakan sekarang ini.

seperti itulah kiranya hidup,
jika kita mau bersabar , ketika hati selalu berprasangka baik, dan meyakini kemurahan Nya, Sang Maha Pemurah pasti akan mengangkat diri kita kedalam keadaan yang lebih baik, semoga ^_^

Minggu, 23 Juni 2013

lope :)

                                                
Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita tetap abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita.. berdua..
Berdua…

“malam ini, bintang dilangit rame ya mon?”
Aku mendelik, tertawa geli. Polos sekali gadis manis ini.
“iya, rame, rame banget. Kira-kira lagi pada ngapain ya mereka?” balasku geli.
“hahaha, lagi pada arisan deh kayaknya mon. hmm..  Mon, aku mau deh jadi salah satu diantara bintang-bintang itu” ujarnya, polos.
“kalau kamu mau jadi salah satu bintang itu, kamu mau jadi bintang apa Nad?” tanyaku kemudian.
“aku mau jadi bintang yang paling terang,Mon !” ujarnya dengan semangat.
“emangnya kenapa?” tanyaku lagi
“ya, karena aku ingin diantara bintang-bintang yang terang lainnya, aku yang paling bersinar, yang paling mempengaruhi terangnya sinar dilangit sana” jawabnya sambil tersenyum.
Aku memandanginya, memandangi gadis manis yang mulai beranjak dewasa, tapi tingkah polosnya itu yang membuatku ‘gregetan’….
“tapi, apa kamu tau Nad?, bintang yang paling terang itu, bintang yang paling cepat matinya,yang suhunya paling tinggi, karena dia terbakar dengan cepat, bahan bakarnya pasti cepat habis. kalau masanya sudah  habis, dia akan meledak,lalu mati, apa kamu mau jadi kayak begitu?” tanyaku.
Ia menoleh, matanya membulat,seakan tak percaya.
“beneran mon?” tanyanya lagi
“iya beneran, emang kamu tetap mau jadi bintang yang paling terang?” tanyaku lagi
“nggak mau, nggak”
“kenapa emang,?”tanyaku menggoda
“karena aku ingin, hidupku lebih lama lagi, lebih ingin menikmati ini semua. Masih ingin berbagi kebahagiaan, bukan hanya untuk aku sendiri,tapi untuk orang lain juga….” Ucapnya sungguh-sungguh.
Aku tak bergeming, membiarkan ia menikmati malam yang sangat indah ini.
“karena..karena aku masih ingin melihat kamu bahagia, bahagia bareng aku, dan aku nggak mau kalau itu terjadi Cuma sebentar” ucapnya lagi
Tiba-tiba ia menoleh dan menyenggol bahuku, “hey Raymon, kok diem aja sih..” ujarnya
“eh maaf Nada, aku terlalu menikmati malam yang sangat indah ini, menatap langit, sungguh keadaan seperti inilah yang aku suka” balasku.
“oh yaudah, lanjutin aja Mon.., aku juga suka banget, kita nikmati malam ini Mon.”
Tenang aja Nada, aku juga nggak ingin kamu jadi bintang yang paling terang diantara bintang-bintang biasa itu. Aku lebih ingin kamu jadi bintang biasa, tetap bersinar, lebih lama, dan lebih berarti, nggak hanya dilangit, tapi di hati ini juga.
Karena aku juga ingin menikmati kebahagiaan lebih lama, sama kamu Nada, sungguh.
Saat ini aku merasa hanya ada kita berdua di dunia yang luas ini. Aku bisa merasakan detak jantungmu di punggungku. Aku bisa merasakan hembusan lembut napasmu. Aku ingin waktu terhenti, tapi detik terus berjalan.

You know I Can't Smile Without You,
I Can't Smile Without You,
I can't laughand
I can't sing,
I'm findin' it hard to do anything.
You see, I feel sad when you're sad

(Barry Manilow, can’t smile without you)

tak pernah padam :)


ini apa sih?
cerpen?
atau curhatan?
hahaha aku juga gaak tauu..
yang jelas tiba2 aku nulis ini begitu ajaa...
judulnya juga nggak ada jadii yaah ..
iseng-iseng aja sebenernya maah :)

selamat menikmati..
hahah






Aku tak boleh lagi memikirkannya, apalagi sampai merindukannya! ,aku tau ini kesalahan terbesarku , terlalu mencintai sesorang yang aku pun tak tahu bagaimana untuk tidak dapat mencintainya lagi. Tapi sekarang, aku akan menata hatiku lebih baik lagi. Tidak sampai melupakannya, tapi untuk tidak mengulangi kesalahanku lagi.Anggap saja, semua yang pernah kita lewati hanya sebatas slide show kenangan, yang secara beraturan lewat dan lewat begitu saja yang hanya dapat kita lihat, tanpa bisa mengulanginya lagi hal seperti itu.
 Ya! Aku bisa, aku bisa walau aku tak tau perasaanmu saat ini seperti apa, tapi yang jelas aku dapat menangkap bagaimana keadaan perasaanmu saat ini. Seperti itulah, jenuh mungkin terhadapku, terhadap perasaan kita saat ini. Sudahlah , rasa lelah telah lama menyergapku, tapi dulu tetap kupertahankan. Namun sekarang, aku rasa aku harus mengistirahatkan perasaanku ini. Aku sudah benar-benar lelah. Sungguh , karena aku tak mungkin memaksakan perasaanmu, perasaan kita.
Kututup catatan terakhir yang telah aku buat. Rasa sesak telah meyergapku.
“kamu benar-benar ingin ‘melepasnya’ dinda?” Tanya Tria teman dekatku
“ya Tri, sungguh, aku sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi nanti..” .
 Tria menepuk bahuku, memberi semangat. Seketika mataku mulai menghangat, kusentuh mataku, basah.basah. ya!aku menangis, menangisi sesuatu yang seharusnya tidak perlu kutangisi. Sungguh ini adalah suatu proses, proses yang menentukan masa depanku.

5 tahun kemudian…
Di salah satu stasiun televisi ternama, aku bekerja. dengan segala aktivitas yang menyibukanku, membuat aku lupa akan kejadian ‘melepas’ seseorang yang amat kusayangi.
 Dan tiba-tiba,..
Kring…kring..
“halo..” ucapku, “ya..mbak Dinda,ditunggu oleh sesorang di lobi kantor” jawab Ratna salah  seorang resepsionis. “siapa ratna? Darimana? “ tanyaku aneh.
 “saya tidak tahu mbak, tapi yang jelas dia teman mbak Dinda” jawab Ratna menjelaskan.
 “oh yasudah, nanti saya kesana, terimakasih ya..” ucapku.
“ya sama – sama mbak “ .
Dengan santai aku keluar dari ruang kerjaku, membicarakan seputar berita yang akan diliput esok hari. Ketika telah sampai di lobi kantor, aku menemui Ratna, dan menanyakan tamu yang ingin bertemu denganku. Ratna menunjuk kepada seorang laki-laki , laki-laki yang berdiri di depan kantor,membelakangiku. Lalu kuhampiri ia, dan kuberanikan diri untuk menegurnya, tapi.. tunggu dulu sepertinya aku pernah mengenalinya.
“maaf, apa anda yang mencari saya, Dinda Farhania?” tanyaku hati-hati
Seketika ia berbalik, tersenyum dan.. oh tuhan.. cirri khasnya itu! Itu yang tak pernah ku lupa, sampai saat ini, tatapan matanya, ya! Tatap mata yang penuh kasih sayang. Ia,,ia adalah seseorang yang dulu aku ‘lepaskan’ , lebih tepatnya melepaskan perasaan secara sepihak, perasaanku sendiri.
                Dia adalah Arga Fariza..
“ya, saya,, saya mencari mbak Dinda , Dinda Farhania. Seorang jurnalis ternama yang sangat saya rindukan selama ini, yang saya cari selama ini ,, apakah anda orangnya?” tanyanya tersenyum manis.
 sambil tersenyum yang tak dapat kuartikan apa dibalik senyuman itu semua. Aku menangis,, ah aku benci! , mengapa disaat saat seperti ini kenapa aku mudah sekali menitikkan air mata.
“hey.. jangan menangis..”  tegurnya
“sudah Dinda, jangan menangis, kenapa kamu menangis?” tanyanya lagi. Dan akhirnya akupun tertawa, tertawa sambil menangis lebih tepatnya. Menangis haru, dia mencariku selama ini, selama 5 tahun ini, yang hanya karena keegoisanku.
Apa kau tahu? Mendengar tawamu lagi setelah lima tahun tidak mendengarnya, membuatku kembali ingat apa rasanya bahagia.
“apa kabar Arga?” tanyaku hati-hati.
“aku? Aku ya,, seperti yang kau lihat sekarang ini, baik, selalu baik, dan saat ini ketika aku bertemu denganmu, kurasa aku jauh lebih baik “ jawabnya sungguh sungguh.
Ah, Arga selalu begitu, selalu membuat hatiku menjadi tenang, bukan hanya sekedar kata-katanya. Tapi apa ya? Entahlah, seakan-akan ada hal yang membuatku sangat mempercayainya.
Dia mengajakku pergi ke kantin di belakang gedung. Aku mengangguk menyetujui. Sepanjang perjalanan, aku hanya diam. Taka ada satupun kata terucapkan. Begitupun Arga, hanya sesekali melirikku atau tersenyum. Manis sekali.
Hatiku selalu sakit tiap kali mendengar kabarmu, tidak tahu apa-apa tentangmu adalah hal yang paling tidak ingin kulalui lagi. Sudah sejauh ini aku mengejarmu dan tak akan pernah melepasmu lagi.
Setibanya di kantin, aku lebih memilih bangku disudut, dekat dengan penjual mie ayam.
“mau pesan apa Din?” Tanya Arga ,
“aku mau jus alpukat aja.”
Arga memesan jus alpukat untukku, dan ia memesan kopi panas.
Sambil menunggu pesanan datang, Arga duduk dihadapanku,
“Arga, kamu lagi sibuk apa sekarang ?” tanyaku, oh Tuhan.. tatapan mata penuh kasih sayang itu, masih terpancar amat jelas .
“aku lagi sibuk buka usaha kecil-kecilan Din, tapi Alhamdulillah sih, udah lebih dari cukup. “ jawabnya.
“syukur kalo begitu..” ucapku tersenyum.
Lalu pesanan pun datang, langsung ku minum jus alpukat kesukaanku.
“gimana sama kerjaan kamu, Din?” Tanya Arga
“ya begitulah Ga, asyik, walau aku cape atau apa, tapi aku bener-bener nikmatin itu semua Ga..”
“syukurlah Din, emang itu kan dari dulu yang kamu mau”
“iya Ga, Alhamdulillah..”
“tapi Din, kehidupanku masih belum sempurna..”
“maksudnya? Belum sempurna gimana Ga?”
“iya, ada bagian didalam hidup aku ,yang belum terlengkapi”
Aku diam, tak mengerti.
“apakah kamu mau melengkapi ketidaksempurnaanku ini, din?”
“aku ga ngerti ga, kamu dateng ke kehidupanku lagi sekarang ini, sekarang, kita ngobrol-ngobrol begini, setelah 5 tahun ini, juga aku ga ngerti ga, dan sekarang, aku suruh ngelengkapin hidup kamu yang belum sempurna, aku lebih ga ngerti ga….”
Arga diam, menatapku dalam-dalam, dan ia menghela nafas.. 
“ ada alasan kenapa aku nyari kamu selama ini, dinda”
Aku diam, menunduk, rasanya tak ingin mendengar kelanjutan arah pembicaraan ini kemana.
“ada hal yang ngeyakinin aku buat nyari kamu selama ini Dinda, aku pasrah pas kamu hilang dari kehidupanku dulu, tapi aku tetap nggak bisa, ngeganti kamu dengan orang lain, aku udah coba Din, tapi nggak tau kenapa, Cuma kamu dinda, kamu yang jelas, kamu yang selalu hadir selama ini, kamu..kamu alasan aku selama ini dinda..”
Aku terus menunduk. Iya, Arga benar, sangat benar . tapi, tak ada keinginanku untuk mencari orang lain selain Arga, walaupun kejadian itu telah berlalu ,5 tahun yang lalu. Karena akupun merasa Arga akan kembali, kembali kepadaku.

“Dinda…”
Aku mengangkat muka
“ya…” Jawabku
“kamu mau menjadi pendamping di masa depanku, masa depan kita?” Tanya Arga lagi, menegaskan.
Aku diam, dan mengangguk perlahan, aku tak bisa membohongi perasaanku lebih lama lagi, dan aku siap ,aku siap akan semua keadaan yang akan terjadi,nanti, karena Aku tidak mau masa depan yang tidak ada kamu.