Rabu, 19 Februari 2014

terimakasih, ibu.



Hari ini aku percaya, bahkan akan selalu percaya. Bahwa menjadi seseorang yang luar biasa itu tidak akan terjadi begitu saja. Butuh pengorbanan yang luar biasa pula.

           
     Aku menatap cemas kepada wanita tua ini, tubuhnya sudah mulai renta, garis-garis penuaan pun sudah semakin terlihat jelas diwajahnya. Oh ibu, sungguh kasihan sekali dirimu, di usia senjamu ini, kau tetap memikirkan aku, anakmu.
Ingin sekali, menghabiskan sebagian waktuku untuk menemanimu, berbagi cerita denganmu, dan membuatmu selalu tersenyum. Tapi, saat ini aku sungguh tidak bisa melakukan itu semua, hanya sekedarnya saja.
Semua itu karena kegiatan aku ini, menjadi seorang dokter di daerah pedalaman, di daerah Kalimantan tepatnya. Jadwalku sungguh padat, karena kurangnya tenaga dokter untuk daerah pedalaman tersebut sangat sedikit, dan kesehatan penduduk di daerah tersebut sangat memprihatinkan. Sehingga, untuk sekedar menjumpaimu pun, aku membutuhkan waktu yang kosong.
##
Masih teringat, akan masa-masa itu. Masa dimana kau sangat menyemangatiku, sangat mendukungku, sangat mendesakku untuk menjadi seorang dokter. Ya, kau begitu memahamiku, apa yang kuinginkan, kau selalu mendukungku dan kau turuti. Hingga akhirnya, gelar dokter sudah kudapat, dan aku ditugaskan di daerah Kalimantan pedalaman. Hingga akhirnya kau pun meng iya kan.
Aku tahu, aku anak satu-satunya, dan berjauhan dengan ibuku bukanlah hal yang mudah. Perjuangan luar biasanya kepadaku semakin membuatku bersemangat melakukan tugas muliaku ini.
Dan kini, setelah bertahun-tahun aku dapat mengunjungimu, setelah sekian lama hanya bisa mendengar suaramu, kini aku dapat melihatmu, sungguh bahagia sekali diriku. Lihatlah ibu, anakmu kini sudah menjadi orang yang luar biasa untuk orang-orang yang membutuhkanku disana.
Aku bahagia ibu, perjuangan luar biasamu, merelakan harus berjauhan dengan anakmu, tak sia-sia hasilnya pun, ibu.
Aku bahagia ibu, terlebih lagi aku dilahirkan dari seseorang yang luar biasa, dan aku pun menjadi luar biasa karenanya.

Kamis, 28 November 2013

ending



“lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang dia, hapuskan tentang dia, hapuskan memoriku tentangnya....”

Suara pengamen terus memekakan telingaku, bukan suaranya tetapi lirik dari lagu itu,
Benar-benar menyentil perasaanku ini,
Kepergianku kali ini, bukan hanya sekedar ada keperluan, tetapi karena ingin melepas penat, melepas semua kenanganku bersama Dera.
“hapuskan memori ku tentangnyaa, hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia, ku ingin ku lupakannya..”
Tak sadar mulutku bergumam, benar benar perih, benar-benar sakit, tak habis fikir, apa yang membuat dera benar2 ingin mengakhiri hubungan ini.
Hubungan yang telah berjalan hampir 5 tahun, dan itu bukanlah waktu yang sebentar.
“aku mau minta maaf sebelumnya,”
Aku terdiam, tak biasanya dera berkata seperti ini,
Angin berhembus , menyelimuti kebisuan diantara kami.
“minta maaf kenapa, dera?”
Dia tersenyum, tapi senyumannya sungguh bukan senyum yang biasa aku lihat dari wajahnya. Senyum penuh dengan tanda tanya bagiku.
“kamu orang baik, zira, dan kamu harus bersama orang yang baik pula, dan itu bukan aku “
Aku terdiam, kali ini berusaha mencerna kata demi kata yang keluar dari mulutnya.
“zira...”
“aku kira, hubungan kita cukup sampai disini ya, karena aku bukan orang yang baik untuk kamu”
“................................”
“zira..”
“tapi kenapa kamu harus berfikiran seperti itu?, itu hanya prespektif kamu aja kan, der?”
“bukan prespektif aku,zir.. tapi karena aku bukan yang baik untuk kamu”
Alasan macam apa itu, sungguh tak pernah masuk kedalam fikiranku, juga hati ini.
“terimakasih zir, untuk semuanya, dan aku mohon maaf untuk semua ini, dan sejauh ini”
Aku mengangguk, dan ia pergi meninggalkanku begitu saja, hanya mengelus pundakku, dan pergi.
Aku hanya bisa terisak, menyesali telah mencintai dera sepenuh jiwa, harusnya hanya sepenuh hati, jikalau seperti ini , aku hanya kehilangan hati saja, bukan segenap jiwaku juga.
Suara pengamen telah berhenti, dan tempat yang akan aku tuju telah dekat.
Aku berharap kepergianku kali ini, benar-benar dapat menghilangkan memoriku tentang Dera dan semuanya.
Karena aku yakin, masih banyak cinta yang telah disiapkan untukku, dan ada untukku.
 karena aku yakin , akan selalu ada pelangi setelah hujan :)

Rabu, 13 November 2013

rindu :)


 

Ketika rasa rindu mulai kembali bermunculan, aku hanya bisa mendo’akanmu , dari jauh ,

Perasaan ini tidaklah salah, hanya caranya saja yang salah , perasaan ini akan menjadi benar benar diridhai apabila ia ditempatkan sesuai dengan waktunya .

Entah mengapa , keyakinan ini begitu kuat ketika ingin melepaskanmu , keyakinan bahwa kita akan dipertemukan kembali, nanti .

Jadi, aku tenang tenang saja ketika harus melepaskanmu , karena aku yakin, Allah telah memberi jalan untuk kita, baik itu yang kita harapkan, maupun diluar sekenarioNya..

Rindu yang biasanya aku luapkan kepadamu , langsung, kini harus tertahan dan akan tetap aku pertahankan disini, dan akan aku luapkan bila tiba waktunya nanti ..

Begitupula dengan berbagai perasaan yang selalu aku tuturkan kepadamu , yang baru aku tahu , kalau itu tidaklah dibenarkan ,kecuali aku dan kamu memang sudah diperbolehkan oleh semua pihak untuk bersama..

“karena aku yakin , aku melepaskanmu, bukan karena tak ada perasaan lagi , tapi Allah ingin kita mentaati perintahNya”

 “tanpa kita beri tahu , Allah Maha Tahu kita mempunyai perasaan ini, Allah yang memberi perasaan ini, Allah yang Maha Membolak-balikkan hati kita , Allah yang lebih tahu kita ingin ini dan ingin itu .., jadi aku hanya berserah kepada Nya , akan berlabuh kemana akhir perasaan ini”

 “aku harap kamu bisa memaklumi , dan bisa memahami dengan baik ^_^”

“jadi semangat untuk semuanyaa! ^_^”

Selasa, 12 November 2013

selesai :)

 
Sakitnya menusuki jantung ini, melawan cinta yang ada di hati ....

Tugasku sudah selesai, mencintai makhluk Allah selama 7 tahun ini, berakhir sudah.

Perasaan yang tak ada habisnya , kini sudah menemukan titik akhir.
Aku tak ingin menggantungkan harapan apapun, aku menyerahkan semuanya kepada Allah, aku hanya meminta apapun yang yang terbaik menurutNya, aku akan berusaha menerimanya .

Kehilangan? Jelas, bertahun memiliki rasa yang sama, dan sekarang mungkin kita tak bisa bersama, ataupun kembali mencurahkan harapan kepadaNya.

Kuatkan aku ya Allah, kuatkan, aku tahu Engkau selalu mempunyai rencana yang luar biasa untukku.


Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah,menghilang sajalah lagi
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi...

Selasa, 29 Oktober 2013

nanti :)


 

Sulit itu bukan berarti tidak bisa, kan ?

 

Enggan, aku menatap tumpukan novel dan buku buku cerita yang dulu, aku sangat amat menyukai novel dan sejenis buku lainnya .

Aku menghampiri ,ingin mengambil salah satu buku yang menarik tersebut , tapi kemudian ,aku enggan, aku berbalik , tak mengambil salah satupun buku, dari tumpukan tersebut.

Dulu, aku suka sekali membaca novel, dan membaca buku buku cerita lainnya, sampai aku bisa membayangkan bagaimana kalau kisahku, atau kisah cintaku mirip seperti apa yang diceritakan dalam novel tersebut , sampai aku melahap berbagai novel, sampai aku bisa menulis kisah cintaku sendiri. Menarik, bukan?

Entah mengapa, kini, walau novel novel tersebut berteriak, seakan memanggil aku, untuk kembali dibaca ,dan bisa ditulis kembali, aku enggan , tak ada hasrat sedikitpun...

Karena aku takut , kalau kalau setiap kisah didalam novel itu , mempengaruhi pikiranku, bagiku cerita di dalam novel seakan menjadi mantra kedalam kisahku sendiri,

Aku takut, aku takut hidup dalam dunia khayalan , yang akupun tak sanggup membayangkannya, takut tak bisa menerima seperti itu..

 

Sabtu, 06 Juli 2013

hidup :)

metamorfosa kehidupan ^_^


Dulu, aku pernah berada di titik terendah , ketika aku telah menyadari bahwa kau benar-benar telah pergi dari kehidupanku.


kini, setelah aku bersabar, ketika hatiku masih meyakini bahwa kau akan kembali kepadaku, aku merasa telah terbang dan berpijak di titik yang kiranya cukup tinggi untuk aku rasakan sekarang ini.

seperti itulah kiranya hidup,
jika kita mau bersabar , ketika hati selalu berprasangka baik, dan meyakini kemurahan Nya, Sang Maha Pemurah pasti akan mengangkat diri kita kedalam keadaan yang lebih baik, semoga ^_^

Minggu, 23 Juni 2013

lope :)

                                                
Tetaplah menjadi bintang dilangit
Agar cinta kita tetap abadi
Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
Agar menjadi saksi cinta kita.. berdua..
Berdua…

“malam ini, bintang dilangit rame ya mon?”
Aku mendelik, tertawa geli. Polos sekali gadis manis ini.
“iya, rame, rame banget. Kira-kira lagi pada ngapain ya mereka?” balasku geli.
“hahaha, lagi pada arisan deh kayaknya mon. hmm..  Mon, aku mau deh jadi salah satu diantara bintang-bintang itu” ujarnya, polos.
“kalau kamu mau jadi salah satu bintang itu, kamu mau jadi bintang apa Nad?” tanyaku kemudian.
“aku mau jadi bintang yang paling terang,Mon !” ujarnya dengan semangat.
“emangnya kenapa?” tanyaku lagi
“ya, karena aku ingin diantara bintang-bintang yang terang lainnya, aku yang paling bersinar, yang paling mempengaruhi terangnya sinar dilangit sana” jawabnya sambil tersenyum.
Aku memandanginya, memandangi gadis manis yang mulai beranjak dewasa, tapi tingkah polosnya itu yang membuatku ‘gregetan’….
“tapi, apa kamu tau Nad?, bintang yang paling terang itu, bintang yang paling cepat matinya,yang suhunya paling tinggi, karena dia terbakar dengan cepat, bahan bakarnya pasti cepat habis. kalau masanya sudah  habis, dia akan meledak,lalu mati, apa kamu mau jadi kayak begitu?” tanyaku.
Ia menoleh, matanya membulat,seakan tak percaya.
“beneran mon?” tanyanya lagi
“iya beneran, emang kamu tetap mau jadi bintang yang paling terang?” tanyaku lagi
“nggak mau, nggak”
“kenapa emang,?”tanyaku menggoda
“karena aku ingin, hidupku lebih lama lagi, lebih ingin menikmati ini semua. Masih ingin berbagi kebahagiaan, bukan hanya untuk aku sendiri,tapi untuk orang lain juga….” Ucapnya sungguh-sungguh.
Aku tak bergeming, membiarkan ia menikmati malam yang sangat indah ini.
“karena..karena aku masih ingin melihat kamu bahagia, bahagia bareng aku, dan aku nggak mau kalau itu terjadi Cuma sebentar” ucapnya lagi
Tiba-tiba ia menoleh dan menyenggol bahuku, “hey Raymon, kok diem aja sih..” ujarnya
“eh maaf Nada, aku terlalu menikmati malam yang sangat indah ini, menatap langit, sungguh keadaan seperti inilah yang aku suka” balasku.
“oh yaudah, lanjutin aja Mon.., aku juga suka banget, kita nikmati malam ini Mon.”
Tenang aja Nada, aku juga nggak ingin kamu jadi bintang yang paling terang diantara bintang-bintang biasa itu. Aku lebih ingin kamu jadi bintang biasa, tetap bersinar, lebih lama, dan lebih berarti, nggak hanya dilangit, tapi di hati ini juga.
Karena aku juga ingin menikmati kebahagiaan lebih lama, sama kamu Nada, sungguh.
Saat ini aku merasa hanya ada kita berdua di dunia yang luas ini. Aku bisa merasakan detak jantungmu di punggungku. Aku bisa merasakan hembusan lembut napasmu. Aku ingin waktu terhenti, tapi detik terus berjalan.

You know I Can't Smile Without You,
I Can't Smile Without You,
I can't laughand
I can't sing,
I'm findin' it hard to do anything.
You see, I feel sad when you're sad

(Barry Manilow, can’t smile without you)